Page 200 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 200

Dua IDIot abaD ke-21


           sudah jadi  public figure.  Jangan kamu lupa,” Gita lagi-lagi
           mengingatkan,  “dan,  keluarga  Arwin  bukan  keluarga  sem-

           ba rangan. Nama baik bagi mereka adalah se galanya.”
              “Bagi Re juga, sekalipun ia nggak pernah mengungkit-
           ungkit,” sela Rana, “dan, aku tahu diri untuk tidak ge gabah
           mencoreng reputasinya begitu saja.”
              “Perasaan  keluargamu  sendiri  nanti  bagaimana?”  Gita

           menambahkan satu lagi ke dalam daftar absen mereka ber-
           dua. Daftar, yang kalau mau dibahas, tidak akan ada ha-
           bisnya.
              Rana merasa semakin tersudut. Sambil menatap kosong
           ia berkata, “Rasanya aku ingin kabur. Jauh.”
              “Ke mana? Timbuktu?”
              “Bahkan kalau masih ada yang lebih jauh.”
              Ada satu planet. Tidak usah besar-besar. Cukup sebesar

           Gili Trawangan. Ada pantai seindah foto kalender. Ada
           gunung salju. Ada taman tropis yang besar. Ada sungai dan
           air terjun. Ada satu rumah yang cukup besar untuk ia dan
           Re tidak merasa bosan,  dan bisa bercinta di  mana-mana.
           Tidak ada lagi sandiwara. Tidak ada lagi keinginan orang

           banyak. Tidak ada lagi tradisi yang mengungkung.
              Itulah nirwananya. Gambaran yang telah lama hilang dan
           dihadirkan lagi begitu saja oleh makhluk bernama Ferre.
           Ferre adalah sejenis alien yang suatu hari muntah dari langit,
           lalu menyadarkan dirinya betapa sumpek dan membosankan
           bumi yang ia tinggali ini. Sayangnya, Rana tidak terlalu ya-



                                                                 189
   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205