Page 201 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 201

KEPING 17


           kin apakah sanggup pindah ke planet alien itu, di atas begitu
           banyak kekecewaan orang lain. Namun, ia juga lelah kembali

           ke jalan buntu alam mimpinya.
             Gita merasa sudah saatnya ia melakukan sesuatu. Je ma-
           rinya bergerak-gerak, resah. “Rana,” panggilnya hati-hati,
           “rasanya aku punya sesuatu untukmu.”
             Rana mendongak, heran melihat Gita yang sekonyong-

           konyong mengeluarkan kertas dan bolpoin. Menuliskan se-
           suatu.
             “Git, aku nggak butuh pergi ke psikiater, konsultan per-
           kawinan, atau apa pun—”
             “Bukan. Ini bukan seperti itu. Sama sekali,” Gita meng-
           geleng. “Aku sendiri nggak tahu apa namanya. Le bih baik
           kamu lihat sendiri. Mungkin bisa membantu. Mungkin dia
           bisa membantu.”

             “Dia?” Rana tak mengerti.
             “Supernova.” 























           190
   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206