Page 237 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 237
KEPING 22
Rana berhenti di sana. Berusaha mengerti dan meresapi
kalimat-kalimat tersebut. Apa maksudnya itu semua, apa kah
ia harus menanggalkan semua pertimbangan dan per hi tung-
an untuk lalu lepas landas begitu saja? Hidup ber dasarkan
momentum? Persis seperti waktu ia melontarkan ucapan itu
di depan Re, dan kembali tertelan begitu mo mennya lewat.
<guest> Maksudmu, mengejar momentum?
<TNT> Momentum tidak dapat dikejar. Momentum hadir.
Begitu ia lewat, ia tidak lagi sebuah momentum. Ia menjadi
kenangan. Dan, kenangan tidak akan membawa Anda ke
mana-mana. Kenangan adalah batu-batu di antara aliran
sungai. Anda seharusnya menjadi arus, bukan batu.
<guest> Aku tidak mengerti. Bukankah kita seharusnya bisa
memperbaiki kesalahan masa lalu? Menghidupkan kembali
momentum yang lewat, untuk kemudian merancang masa
depan yang baru? Aku hanya tidak ingin menyesal di
kemudian hari. Aku ingin yakin dengan pilihanku. Itu saja.
<TNT> Anda memang tidak mengerti.
Rana mulai panik. Biasanya, Supernova akan menghilang
kalau sudah begini.
<guest> Supernova. Jangan disconnect dulu. Tolong aku.
Jelaskan sekali lagi.
226

