Page 235 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 235

KEPING  22



                        Pelajaran Terbang














                   erhari-hari Rana terbangun dengan bersimbah

                   keringat dingin. Berbagai macam adegan seram ke-
           Brap muncul di pikirannya. Arwin yang menga muk,
           Arwin yang gelap mata lalu berbuat entah apa, ibunya yang
           menangis  histeris, mertuanya  yang  terpingsan-pingsan,  pu-
           luh an sanak saudara yang akan mencemooh habis-habisan....
             Gambaran-gambaran itu bagaikan monster kelaparan

           yang mengonsumsi habis semua keberanian yang ada, men-
           jadikan benaknya kosong dan tak termotivasi. Dan, ia tak
           mungkin lagi meminta dorongan kepada Re. Ketegasan nya
           ha ri itu sudah berarti banyak. Tak sampai hati ia mem bong-
           kar kelemahan yang nantinya malah akan me ngendurkan
   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240