Page 232 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 232

TiTik Bifurkasi

              “Re, aku cuma ingin memastikan kamu siap. Aku ya kin
           kamu juga tahu kalau prosesnya nggak bakalan instan. Jadi,

           waspadalah terhadap segala kemungkinan di tengah jalan.
           Ah, jangankan itu. Aku sendiri nggak se ratus persen yakin
           Rana berani bicara. Mungkin saja dia cuma berusaha me-
           nyenangkan hatimu doang.”
              “Nggak mungkin.”

              “Jangan bilang nggak mungkin. Aku juga pasti bilang
           ‘nggak mungkin’ kalau dulu ditanya apakah Ferre, sahabat ku
           tercinta yang sangat pintar dan rasional itu, akan me milih
           seorang perempuan yang sudah terikat padahal dia punya
           seribu satu pilihan lain yang jauh lebih feasible. Nah, ke nya-
           taannya?” Alé tertawa kecil, “Segalanya mungkin, Re.”
              “Aku nggak peduli. Aku nggak takut.”
              “Bravo. Patriot kita. Maju terus pantang mundur.”

              “Kenapa kamu harus sesinis itu?” balas Re gusar.
              “Aku nggak bermaksud sinis. Yah, kamu tahu sendiri apa
           opiniku soal ini. Tapi, aku turut mendoakan yang ter baik.
           Apa pun itu.”
              “Besok Minggu, kan, Lé?”

              “Iya.”
              “Kamu ke gereja?”
              “Mungkin.”
              “Pergilah. Please. Nanti doakan aku. Jangan lupa.”
              “Aku  nggak  yakin Tuhan  merestui  perselingkuhan  atau
           perceraian.”



                                                                 221
   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237