Page 268 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 268
OptO, ErgO Sum
Diva
Engkau bangkit kini.
Ferre
Re mematung. Darahnya kembali mengalir deras, dan ra sa-
nya ia kesemutan. Hangat perlahan merambat di setiap ka-
piler pembuluh darahnya.
Ia masih tak percaya. Apa yang barusan ia dengar bu kan
lagi sekadar gaung labirin hati. Kata-kata itu terdengar jelas,
seperti seseorang membisikkan langsung ke kuping nya. Dan,
gerbang penentuan tadi pun lenyap, sekejap mata berganti
menjadi celah kosong yang tak terkatakan, dan kini ia telah
dimuntahkan ke dataran yang sama sekali berbeda.
Di dataran ini, Re menangis sejadi-jadinya. Bukan ta-
ngisan lemah, sekalipun seluruh badannya berguncang dan
air mata seakan mengoyak matanya. Sebaliknya, ia belum
pernah merasa sekuat ini.
Suara tadi memanggil namanya. Suara tadi adalah su ara-
nya sendiri.
257

