Page 273 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 273

KEPING 27


             Alé geleng-geleng kepala. Ini mulai nggak sehat. Tiba-tiba
           ponselnya berdering. Re!

             “Lé, aku ada di dalam,” suara Re berbisik-bisik, “aku mau
           bukakan pintu. Tapi, tolong usir dulu orang-orang itu.”
             Masih dengan muka kaget, Alé pun berusaha cenge-
           ngesan sembari menghalau kerumunan kecil itu. Mengaku

           kalau ternyata Re baru saja meneleponnya dari luar kota.
           Lama-lama semuanya pun pergi, kebanyakan bersungut-
           sungut karena tidak jadi ada tontonan. Namun, Diva ti dak
           beranjak.
             “Dia di dalam, ya?”
             “Ya,” Alé mengangguk ragu, “tapi, sebaiknya kamu per gi
           juga. Kalau nggak, katanya dia nggak bakalan buka pintu.”

             “Kita sudah saling kenal, kok,” sahut Diva tenang.
             Perlahan, gagang pintu itu bergerak. Lewat celah kecil
           yang dibukanya, Re melihat Alé dan... dia!
             “Kamu baik-baik?” Diva malah yang pertama bertanya.

             Sayangnya, Re tidak dalam kapasitas mampu menja wab.
           Alé yang berniat mengambil alih situasi juga kalah cepat.
           Diva keburu melangkah masuk. Alhasil, ketiganya hanya
           berpandang-pandangan. Rikuh.
             Alé paling pertama memecah kesunyian. “You look like
           shit,” ujarnya setelah benar-benar melihat keadaan teman nya.
             Re tak bercukur, ditambah lagi rambutnya berantakan.

           Matanya tampak lelah. Rautnya kusut. Dan, rumahnya yang
           gelap membuat ia tampak seperti vampir.


           262
   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278