Page 272 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 272
SemeSta memutuSkannya
Ferre yang ia kenal kalau sampai absen dari kantor tanpa
kabar. Apalagi menonaktifkan alat komunikasinya. Ini luar
biasa mengherankan.
Sesuatu pasti telah terjadi, Alé yakin itu. Mungkin sa-
habatnya sedang melarikan Rana ke Las Vegas dan me nikah
di sana. Langsung berbulan madu ke Maui. Atau, mereka
berdua memutuskan jadi Tarzan dan Jane di hutan antah-
berantah, daripada menanggung risiko menetap di Jakarta.
Rumah cul de sac itu memang tampak kosong. Semua tirai
ditutup. Lampu padam. Mobilnya nongkrong tak tercuci.
Alé memencet bel, menggedor-gedor pintu, dan me-
manggil-manggil. Lima menit, tidak ada respons. Sepuluh
menit, Alé mulai curiga. Ia berteriak semakin keras. Be-
berapa pembantu tetangga yang bosan menunggui rumah
mulai celingak-celinguk ke luar, satpam kompleks mulai
berdatangan.
“Ini rumah teman kamu?”
Alé menoleh. Perempuan itu, Diva, tetangga di sebe rang
rumah Re, tahu-tahu sudah berdiri di belakangnya.
“Iya. Namanya Ferre. Kamu kenal?”
“Yang jelas, teman kamu Ferre itu sudah nggak keluar
rumah hampir tiga hari.”
Dalam waktu singkat, orang-orang mulai ikut meru bungi.
“Didobrak saja pintunya!”
“Ada yang mencium bau-bau aneh, nggak? Bau bang kai
gitu?” Orang-orang mulai kasak-kusuk.
261

