Page 293 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 293
KEPING 28
Ia tak terukur.
Hanya bisa dirasa. Hangat, bukan?
Hangat? Aku bisa membakar bumi, Ferre.
“Tambah lagi kuenya?”
“Boleh.”
Sepulang dari sana, Ferre membongkar sesuatu dari dalam
laci. Surat Rana. Dibacanya ulang, dan kemudian ia me-
nyim pannya lagi, rapi.
Kamu benar, Putri. Perasaan itu sudah mengkristal.
Dan, akan kusimpan. Selamanya.
Dimas & Reuben
Terdengar sayup-sayup suara Reuben berpidato ilmiah dari
dapur, “Bifurkasi itu adalah momen yang mengkristal. Kamu
nggak bisa kembali ke sana, tapi ia selamanya ada dalam
kekekalan.”
Seketika Dimas langsung berhenti mengetik, tercengang
karena apa yang ia tulis bertepatan dengan apa yang di-
omongkan Reuben. Lagi-lagi, ia tidak habis pikir, kenapa
begitu banyak kebetulan terjadi. Atau, mungkin lebih patut
disebut keajaiban.
282

