Page 290 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 290
Selamat Pagi, KoevoluSi
“Selamat kalau begitu, sebentar lagi kamu jadi ibu.”
Diva tertawa kecil.
“Tidak ke mana-mana hari ini?”
“Mungkin nggak. Aku mau masak kue. Kalau sudah jadi,
kamu mau coba?”
“Boleh. Nanti malam?”
“Oke.”
“Sampai nanti.”
“Ya. Sampai nanti.”
Sambil memandangi mobil itu menjauh, perlahan Diva me-
nekankan tangannya ke dada. Rasa hangat itu ternyata bu kan
cuma alegori. Inikah yang dulu kau rasakan, Pema buk Cinta?
Ferre
Ia menatap kue bolu di tangannya. Aroma pandan masih
mengepul dari rongga-rongga halus itu, harum. Adonan ini
pasti dikocok dengan sempurna, pikirnya, atau ditaburi soda kue
dosis tepat. Teksturnya begitu halus, apa rasanya nanti kalau
melumer di lidah?
“Sedang menganalisis bolu pandan, Ferre?”
“Kurang lebih,” Re tertawa. “Aku merasa ganjil akhir-akhir
ini. Mendadak jadi banyak hal-hal kecil yang menarik
perhatianku. Detail yang biasanya nggak kuperhatikan, tapi
jadi mencuat, dan aku mengagumi semuanya. Aneh.”
279

