Page 294 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 294
KEPING 29
Pernahkah, Supernova?
elamat pagi, sampai nanti, menjadi kalimat yang pa-
ling ditunggu-tunggu. Terkadang mereka meng ucap-
S kan selamat tidur, dari kejauhan, cukup dengan lam-
baian kecil sebelum menutup tirai jendela.
Tidak pernah mereka pergi keluar bersama. Mereka ha-
nya duduk di kebun mungil milik Diva. Satu pot teh panas
dan dua cangkir kecil. Sepiring kue-kue kalau lagi ada. Dan,
bahan pembicaraan yang tak habis-habis. Na mun, ada dua
hal yang tidak pernah mereka bahas. Penye bab kejadian Re
mengurung diri dan pekerjaan Diva.
Alé penasaran bukan main. “Aku nggak mengerti. Kalian
hampir setiap malam bertemu. Berarti, kapan dia kerja nya?”

