Page 299 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 299

KEPING 29


                  28
             “Sim. ”
                            29
             “Muito obrigado , Gio.”




           Dimas & Reuben



           “Aku akan menamatkan cerita ini, Reuben.”
             “Dengan cara bagaimana?”
             “Masih belum tahu. Ada usul?”
             Kaki Reuben langsung bergoyang-goyang, keningnya
           berkerut. Ditunggunya bohlam itu menyala.
             “Aha!” Justru Dimas yang berteriak.

             “Aku harap ide itu sespektakuler suaramu,” gerutu
           Reuben sambil memegangi kupingnya yang berdengung.
             “Aku  tahu,”  bola  mata  Dimas  membundar,  “kita  akan
           membiarkan cerita ini selesai sendiri!”
             Bola mata Reuben ikutan membundar. “Wow! Ide yang

           sangat genius! Dapat dari siapa? Badut?”
             “Sabar dulu, Tuan Einstein. Justru inilah momen pun cak
           karya kita. Momen di mana kita diuji oleh pema haman kita
           sendiri. Atau seperti istilahmu—bifurkasi?”
             “Aku nggak mengerti. Gelap!”




           28   Baik.
           29
              Terima kasih banyak.


           288
   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304