Page 167 - In a Blue Moon
P. 167

”Maksudmu	 keinginan	 kakekku	 agar	 kita	 menikah	 dan
                memberinya	selusin	cicit?”
                  ”Oh,	 demi	 Tuhan.	 Apakah	 kau	 benar-benar	 harus	 me-
                ngatakannya	seperti	itu?”	gerutu	Sophie,	wajahnya	memanas
                dengan	cepat.
                  Lucas	tertawa.	”Baiklah,	baiklah.	Maafkan	aku.	Aku	hanya

                bergurau.	Jadi	bagaimana	tanggapan	kakak-kakakmu?”
                  ”Mereka	 tidak	 terlalu	 senang,”	 jawab	 Sophie	 santai.	”Dan
                meskipun	 sudah	 kukatakan	 pada	 mereka	 bahwa	 kita	 hanya
                berteman,	kurasa	mereka	tetap	akan	menginterogasimu	ketika
                mereka	bertemu	denganmu	nanti.”
                  ”Oh,	benarkah?”
                  ”Ya.	 Jadi	 sebaiknya	 kau	 tidak	 berbicara	 sembarangan	 ke-
                pada	mereka.”
                                                                          165
                  ”Bukan	 itu,”	 sela	 Lucas	 Ford.	”Maksudku,	 benarkah	 kita
                berteman	sekarang?”
                  Sophie	tidak	langsung	menjawab.	Matanya	menunduk	me-
                natap	 jari	 telunjuknya	 yang	 menelusuri	 pola	 jahitan	 di	 seli-
                mutnya	 selama	 beberapa	 saat.	 Lalu	 ia	 mendesah	 pelan	 dan
                bergumam,	”Kurasa	begitu.”
                  Hening	 selama	 beberapa	 detik,	 lalu	 Lucas	 Ford	 berkata,
                ”Senang	mendengarnya.”







                Lucas	tidak	bisa	menahan	senyum	yang	tersungging	di	bibir-
                nya	ketika	ia	mendengar	Sophie	Wilson	berkata	bahwa	Lucas
                kini	 dianggap	 sebagai	 temannya.	 Itu	 berita	 terbaik	 yang	 di-







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   165                     3/30/2015   10:43:21 AM
   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172