Page 168 - In a Blue Moon
P. 168

dengarnya	 sepanjang	 hari	 yang	 melelahkan	 ini.	 Ia	 langsung
                  menelepon	Sophie	setelah	tiba	di	apartemennya	tadi	karena
                  ia	 sudah	 berjanji	 akan	 menelepon	 dan	 karena	 ia	 juga	 ingin
                  berbicara	dengan	gadis	itu.

                    Lucas	duduk	tertegun	di	tepi	ranjang	kamar	tidurnya	se-
                  lama	beberapa	detik,	nyaris	tidak	bisa	berkata-kata,	sebelum
                  akhirnya	berhasil	menemukan	kembali	suaranya	dan	berkata,
                  ”Senang	mendengarnya.”
                    Sophie	bergumam	tidak	jelas	di	ujung	sana.
                    Tidak	ingin	suasana	berubah	canggung,	Lucas	cepat-cepat

                  menambahkan,	”Terutama	setelah	kau	berkata	pada	Miranda
                  bahwa	kita	bukan	teman.”
                    ”Miranda?”	Suara	Sophie	terdengar	bingung.

          166       ”Cantik,	 tinggi,	 rambut	 merah.	 Kau	 pernah	 bertemu	 de-
                  ngannya	 di	 pameran	 lukisan	 Simon	 Art,”	 jelas	 Lucas.	”Dan
                  aku	yakin	dia	pergi	ke	toko	kuemu	hari	ini.”
                    ”Oh,	ya.	Miranda.	Ya.	Aku	ingat.	Ya,	dia	memang	datang
                  ke	tokoku	hari	ini.	Bagaimana	kau	bisa	tahu?”
                    ”Dia	mengatakannya	kepadaku.”
                    ”Oh.”

                    ”Jadi	 kenapa	 kau	 memberitahunya	 bahwa	 kita	 bukan	 te-
                  man?”
                    Sophie	mendecakkan	lidah	dan	Lucas	bisa	merasakan	ke-
                  engganannya.	 Lalu	 akhirnya	 gadis	 itu	 mendesah.	 ”Baiklah,

                  akan	kukatakan	padamu.	Aku	diminta	bertanya	padamu	ka-
                  pan	 kau	 akan	 melamarnya.	 Karena	 itu	 kukatakan	 padanya
                  bahwa	 kita	 bukan	 teman	 seperti	 itu.	 Maksudku	 kita	 bukan







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   166                     3/30/2015   10:43:21 AM
   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173