Page 166 - In a Blue Moon
P. 166

”Ada	acara	komedi	di	televisi,”	sahut	Sophie	sambil	meraih
                  remote control dan	mematikan	televisi.
                    ”Bukan	karena	menunggu	teleponku?”	gurau	Lucas	Ford.
                    Sophie	mencibir,	mengenakan	sandal	kainnya	yang	empuk
                  dan	berjalan	ke	kamar	tidur.	”Sudah	pasti	bukan	karena	me-
                  nunggu	teleponmu.”

                    Lucas	tertawa	dan	Sophie	tersenyum	tanpa	sadar.
                    ”Bagaimana	kabar	kakekmu?	Dan	kakak-kakakmu?”
                    ”Mereka	sangat	baik.	Terima	kasih.”
                    ”Omong-omong,”	 kata	 Lucas,	 ”kau	 tidak	 marah-marah
                  padaku?”
                    ”Kenapa	 aku	 harus	 marah	 padamu?”	 Sophie	 balas	 ber-
                  tanya.	 Ia	 naik	 ke	 atas	 ranjang,	 menyelinap	 ke	 balik	 selimut,
                  dan	duduk	bersandar	di	tumpukan	bantalnya.
          164
                    ”Karena	acara	hari	Sabtu	nanti.”
                    ”Ah.”	Sophie	mengerti.	”Undangan	kakekmu?”
                    Lucas	bergumam	membenarkan.
                    Sophie	merapikan	selimut	yang	menutupi	separuh	tubuh-
                  nya	sebelum	menjawab,	”Tidak,	aku	tidak	marah.	Kakekmu
                  sudah	 memberitahu	 kakekku,	 dan	 kakekku	 memberitahu
                  kami	 hari	 ini.	 Tyler	 dan	 Spencer	 sudah	 tidak	 sabar	 ingin
                  mencicipi	makanan	di	Ramses	yang	terkenal.”

                    ”Benarkah?	Kalau	begitu	aku	harus	berusaha	sebaik	mung-
                  kin	membuat	calon	kakak-kakak	iparku	terkesan.”
                    ”Calon	 kakak	 ipar,”	 gerutu	 Sophie.	 ”Omong-omong,	 kau
                  juga	harus	tahu	bahwa	Tyler	dan	Spencer	sudah	tahu	tentang
                  keinginan	kakekmu	untuk...	kau	tahu...	agar	kita...	kau	tahu
                  maksudku.”







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   164                     3/30/2015   10:43:21 AM
   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171