Page 163 - In a Blue Moon
P. 163

Bukan.	 Bukan	 Lucas	 Ford.	 Alis	 Sophie	 berkerut	 samar
                melihat	nomor	tak	dikenal	yang	muncul	di	layar	ponselnya.
                ”Halo?”	katanya	setelah	menempelkan	ponsel	ke	telinga.
                  ”Hei,	Sophie.”

                  Suara	itu	membuat	napas	Sophie	tertahan	sejenak.	Ia	ti-
                dak	mengerti	bagaimana	Adrian	Graves	masih	bisa	membuat
                hatinya	berdebar	lebih	cepat	hanya	dengan	menyebut	nama-
                nya.	Sophie	melirik	ke	arah	keluarganya	yang	masih	makan
                sambil	mengobrol,	lalu	menyelinap	ke	kamar	tidur	kakeknya
                supaya	pembicaraannya	tidak	didengar.

                  ”Hai,	Adrian,”	katanya	setelah	menutup	pintu.	”Ada	apa?”
                  ”Apakah	aku	mengganggu?”
                  ”Tidak,	tidak.	Kau	tidak	mengganggu,”	sahut	Sophie	cepat.
                ”Aku	hanya	sedang	makan	malam	bersama	keluargaku.”        161

                  ”Kalau	 begitu	 sebaiknya	 aku	 tidak	 menahanmu	 terlalu
                lama,”	 kata	 Adrian.	 ”Temanku	 yang	 bekerja	 untuk	 seorang
                perancang	busana	terkenal—aku	lupa	siapa	nama	perancang
                itu—mengundangku	menghadiri	pesta	yang	akan	mereka	se-
                lenggarakan	besok.	Katanya	aku	boleh	mengajak	teman.	Jadi
                apakah	kau	mau	menemaniku	ke	sana?”

                  Sophie	menjawab	tanpa	ragu,	”Tentu	saja.”
                  ”Bagus.”	Adrian	terdengar	puas.	”Akan	kujemput	besok.”
                  Sophie	 baru	 menutup	 telepon	 ketika	 kepala	 Nic	 muncul
                dari	balik	pintu	kamar.	”Hei,	Soph.	Kami	kehilangan	dirimu

                di	meja	makan.	Sedang	apa	kau	di	sini?”
                  Sophie	tersenyum	meminta	maaf	dan	mengacungkan	pon-
                sel.	”Menerima	telepon.”







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   161                     3/30/2015   10:43:21 AM
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168