Page 181 - In a Blue Moon
P. 181

Itu	 bukan	 pertanyaan.	 Sophie	 meringis.	”Aku	 tidak	 tahu
                kenapa	aku	memberitahumu,	tapi	ya.”
                  Lucas	 berdiam	 diri	 sejenak,	 sepertinya	 sedang	 berpikir.
                ”Siapa	 yang	 memutuskan	 untuk	 berpisah?	 Kau	 atau	 dia?”
                akhirnya	ia	bertanya.
                  Sophie	 menatapnya	 dengan	 kening	 berkerut.	”Apakah	 itu

                penting?”
                  ”Ya.”
                  ”Dia,”	jawab	Sophie	enggan.
                  ”Tapi	kelihatannya	dia	masih	menyimpan	perasaan	untuk-
                mu.”
                  Mata	Sophie	melebar.	”Menurutmu	begitu?”
                  Lucas	 mengerutkan	 kening.	 ”Apakah	 kau	 harus	 terlihat
                sesenang	itu?”
                                                                          179
                  Sophie	mencibir.
                  Lucas	berpikir	sejenak,	lalu	mengangguk.	”Baiklah.	Tidak
                apa-apa.	 Aku	 tidak	 takut	 mendapat	 saingan,	 asalkan	 aku
                mendapat	kesempatan	yang	sama	seperti	yang	dia	dapatkan.”
                  ”Kesempatan	untuk	apa?”
                  ”Untuk	mendekatimu,	tentu	saja,”	jawab	Lucas,	seolah-olah
                hal	 itu	 sudah	 sangat	 jelas.	 ”Walaupun	 kupikir	 sebagai	 tu-
                nanganmu	aku	tidak	perlu	bersaing	dengan	siapa	pun.	Tapi

                tidak	apa-apa.”
                  ”Apa?”
                  Lucas	meletakkan	kedua	tangan	di	bahu	Sophie	dan	me-
                mutar	 tubuh	 Sophie.	 ”Kembalilah	 kepada	 temanmu,”	 kata
                Lucas	sambil	mendorong	Sophie	dengan	pelan.
                  Sophie	 berbalik	 kembali	 menatap	 Lucas	 dengan	 alis	 ter-







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   179                     3/30/2015   10:43:22 AM
   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186