Page 196 - In a Blue Moon
P. 196
Lucas tertegun menatap gadis yang duduk di sampingnya.
Tawa Sophie membuat dadanya diliputi sesuatu yang aneh.
Aneh dan hangat. Ia pernah melihat Sophie yang tertawa
sepuluh tahun silam, ketika gadis itu mengajarinya cara
membuat kue yang benar untuk bazar sekolah. Tawa itulah
yang sebenarnya membuat Lucas lupa bahwa ia seharusnya
mendekati Chloe Sanders saat itu.
Dan melihat Sophie tertawa sekarang membuatnya...
”Lucas, sudah lampu hijau.”
Lucas tersentak dan bergegas melajukan mobilnya, diiringi
klakson tidak sabar dari mobil-mobil di belakangnya.
Sophie bergumam pelan mengikuti alunan piano dari
radio. ”Baiklah,” katanya kemudian sambil tersenyum kecil.
”Apa?” tanya Lucas. Ia lupa apa yang sedang mereka bi-
194
carakan sebelumnya begitu melihat Sophie tertawa.
”Mm... Coba kupikir.” Sophie mengetuk-ngetukkan jari
telunjuk ke dagu. ”Aku tidak suka film bioskop. Yang ku-
tonton hanya pertunjukan teater. Aku tidak mendengar lagu-
lagu di luar lagu-lagu dari petunjukan musikal.” Ia meng-
acungkan ponselnya dan berkata kepada Lucas, ”Aku yakin
kau tidak mengenal satu lagu pun yang ada di daftar lagu
dalam ponselku ini.”
Lucas tersenyum dan berkata, ”Aku jarang pergi ke bios-
kop. Tidak ada waktu. Satu-satunya pengalamanku dengan
pertunjukan teater adalah ketika aku menontonnya bersama-
mu. Aku mendengarkan lagu jazz kalau aku sedang ber-
eksperimen di dapur.”
Sophie memandang ke luar jendela mobil. ”Aku ingin ber-
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 194 3/30/2015 10:43:23 AM

