Page 197 - In a Blue Moon
P. 197

keliling	 dunia,	 tetapi	 sampai	 sekarang	 satu-satunya	 negara
                yang	pernah	kukunjungi—selain	Amerika,	tentu	saja—adalah
                Inggris.	Liburan	dua	minggu	ke	London	adalah	hadiah	dari
                Tyler	untukku	ketika	aku	lulus	SMA.”

                  ”Kakak	sulungmu?”	tanya	Lucas	sambil	melirik	Sophie.
                  Sophie	 tersenyum	 dan	 mengangguk	 kecil.	 ”Katanya	 dia
                ingin	mewujudkan	salah	satu	mimpiku.”	Ia	menoleh	menatap
                Lucas.	”West	End,”	tambahnya	singkat.
                  ”Ah,	 ya.”	 Lucas	 mengerti.	 Bagi	 penggemar	 pertunjukan
                teater,	 Broadway	 di	 New	 York	 dan	 West	 End	 di	 London

                adalah	dua	tempat	yang	harus	dikunjungi.
                  ”Bagaimana	 denganmu?”	 tanya	 Sophie.	 ”Pernah	 ke	 luar
                negeri?”
                  ”Inggris,	 Prancis,	 dan	 Italia,”	 sahut	 Lucas.	”Untuk	 belajar	  195

                dan	bekerja.”
                  ”Wow.	Aku	terkesan.”	Sophie	mengangguk-angguk.
                  Sudut	 bibir	 Lucas	 terangkat.	 Nada	 kagum	 dalam	 suara
                Sophie	membuatnya	senang.	Ia	telah	bekerja	keras	memba-
                ngun	kariernya	selama	bertahun-tahun	terakhir	ini.	Ia	sudah
                bekerja	keras	mengasah	kemampuannya,	belajar	dengan	serius

                dari	 koki-koki	 terkenal.	 Ia	 menjadi	 dirinya	 sekarang	 berkat
                usaha	dan	kemampuannya	sendiri.	Ia	bangga	pada	apa	yang
                telah	dicapainya	dan	ia	ingin	Sophie	menyukai	dirinya	yang
                sekarang.	Penerimaan	gadis	itu	sangat	berarti	baginya,	lebih

                berarti	daripada	yang	berani	diakuinya,	bahkan	pada	diri	sen-
                diri.
                  ”Ceritakan	 sesuatu	 tentang	 dirimu	 yang	 tidak	 diketahui







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   195                     3/30/2015   10:43:23 AM
   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202