Page 199 - In a Blue Moon
P. 199

telah	 menyuarakan	 apa	 yang	 dipikirkannya.	”Tapi	 sungguh,
                aku	bahkan	tidak	pernah	menginjak	balkon	apartemenku.”
                  ”Apa	yang	akan	terjadi	kalau	kau	berada	di	tempat	tinggi?”
                tanya	Sophie	penasaran.

                  ”Ah,	dulu	aku	pernah	mencoba	keluar	dan	berdiri	di	bal-
                kon	 apartemenku.	 Kau	 tahu,	 untuk	 belajar	 melawan	 ke-
                takutanku	dan	semacamnya.	Tidak	berhasil.	Dan	tidak,	aku
                tidak	 akan	 pernah	 mencobanya	 lagi,”	 sahut	 Lucas.	 ”Kakiku
                gemetar,	tanganku	berkeringat,	kepalaku	berputar-putar.	Aku
                berhasil	bertahan	selama	tujuh	belas	detik	sebelum	aku	me-

                rangkak	masuk.”
                  ”Kau	bercanda!”	Sebelah	tangan	Sophie	terangkat	ke	mu-
                lut.
                  Lucas	 meliriknya.	”Aku	 tahu	 kau	 ingin	 tertawa,”	 katanya	  197

                sambil	 mendesah	 berlebihan.	”Tertawalah.	 Kurasa	 aku	 juga
                akan	tertawa	kalau	aku	mendengar	cerita	seperti	ini.”
                  Sophie	 pun	 tergelak.	”Maafkan	 aku,”	 katanya	 di	 sela-sela
                tawanya.	”Seharusnya	aku	tidak	menertawakan	kondisimu.”
                  ”Tidak	 apa-apa.	 Aku	 sudah	 belajar	 hidup	 dengan	 ke-
                nyataan	ini	sejak	lama,”	sahut	Lucas	sambil	tersenyum	ringan.

                ”Oke,	 kau	 boleh	 berhenti	 tertawa	 karena	 sekarang	 giliran-
                mu.”
                  Sophie	 menyandarkan	 kepala	 ke	 sandaran	 kursi	 dan	 me-
                narik	napas.	”Akan	kuberitahu	nanti,”	katanya.

                  ”Apa?	Kau	curang,”	protes	Lucas.
                  ”Tidak,”	 bantah	 Sophie.	 ”Hanya	 saja	 butuh	 waktu	 me-
                mikirkan	apa	yang	tidak	diketahui	Adrian	tentang	diriku.”







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   197                     3/30/2015   10:43:23 AM
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204