Page 201 - In a Blue Moon
P. 201
apa-apa. ”Bunga pemberianmu jelas-jelas membuatnya sangat
gembira. Jadi, terima kasih.”
”Tidak perlu berterima kasih,” kata Lucas, ”tapi...”
”Tapi apa?”
Lucas tersenyum ragu, juga terlihat agak salah tingkah.
”Sebenarnya aku ragu memberikannya kepadamu, karena aku
takut kau akan melemparkannya kembali ke wajahku.”
Sophie tidak mengerti.
”Tapi karena kau mengungkit-ungkit masalah bunga dan
sepertinya suasana hatimu sedang sangat baik hari ini...”
”Apa yang kaubicarakan?” Sophie masih tidak mengerti.
Lucas mencondongkan tubuh ke belakang dan mengulur-
kan tangan ke kursi belakang mobil. Ketika ia menarik ta-
ngannya kembali, tangannya memegang sebuket bunga tulip 199
merah dan iris biru yang begitu indah sampai membuat
Sophie terkesiap.
”Ketika sedang berada di toko bunga untuk membeli ha-
diah ulang tahun Miss Mabel, aku melihat ini dan aku lang-
sung teringat padamu,” jelas Lucas. ”Saat itu, gagasan mem-
beli bunga untukmu juga terasa seperti ide yang sangat
bagus. Tetapi ketika tiba di Jump Start aku ragu, takut kau
akan menolaknya. Well, asal kau tahu, penolakan di depan
umum bukan sesuatu yang ingin kualami.”
Sophie hanya bisa menatap bunga itu dan Lucas bergan-
tian dengan tercengang.
”Jadi ketika kau menerima tawaranku untuk mengantarmu
pulang, kupikir aku akhirnya bisa mendapatkan kesempatan
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 199 3/30/2015 10:43:23 AM

