Page 78 - In a Blue Moon
P. 78
menatap Sophie dan berkata, ”Tunggu di sini. Aku akan se-
gera kembali.”
Sophie tidak sempat bertanya apa-apa, hanya bisa menatap
heran sementara Lucas Ford berderap keluar dari dapur.
Setengah jam kemudian, Lucas Ford kembali sambil mem-
bawa banyak kantong belanja—dibantu tiga orang anak laki-
laki—berisi bahan makanan yang menurutnya sangat diperlu-
kan dalam membuat sandwich. Ia tidak mendapat kesulitan
mengumpulkan orang-orang yang bersedia membantunya,
dan kegiatan membuat camilan sore untuk anak-anak pun
berubah menjadi kelas membuat sandwich dadakan.
Lucas Ford menghadapi semua itu dengan sangat baik. Ia
menjawab semua pertanyaan dengan sabar, memberikan
petunjuk-petunjuk dengan jelas, dan sesekali melontarkan
76
lelucon yang membuat semua orang tertawa. Semua orang
menyukai Lucas Ford. Semua orang, kecuali Sophie.
Kekesalan Sophie terbit. Ini tidak adil. Kenapa hanya
Sophie yang tahu siapa Lucas Ford sebenarnya? Kenapa
orang-orang lain tidak bisa melihat apa yang dilihat Sophie?
Rasanya tidak adil Lucas Ford bisa dengan mudah men-
dapatkan perhatian dan rasa suka semua orang mengingat
apa yang pernah dilakukannya pada Sophie dulu.
”Hei, kenapa berhenti? Ayo, teruskan pekerjaanmu.”
Suara Lucas Ford menyadarkan Sophie. Ia menoleh dan
melihat laki-laki itu menatapnya dengan alis terangkat.
”Bukankah kau harus kembali ke Ramses?” Sophie balas
bertanya. Nada suaranya terdengar ketus walaupun ia sudah
berusaha mengendalikan diri.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 76 3/30/2015 10:43:14 AM

