Page 82 - In a Blue Moon
P. 82
Sophie Wilson mendengus, namun seulas senyum samar
tersungging di bibirnya. ”Kau terlalu optimistis.”
Senyum sekilas itu menerbitkan harapan Lucas. Senyum
itu pertanda baik, bukan? Walaupun senyum itu muncul dan
menghilang dalam waktu sepersekian detik. Walaupun
senyum itu mungkin hanya hasil imajinasi Lucas sendiri.
”Pulanglah, Lucas Ford,” kata Sophie sambil mengembus-
kan napas. ”Aku tidak akan memukulmu. Kau kubiarkan
lolos hari ini.”
Ha! Gadis itu menyebut nama Lucas untuk pertama kali-
nya. Itu juga pertanda baik. Merasa ingin mencoba keberun-
tungannya, Lucas pun bertanya, ”Mau kuantar sampai ke
tokomu?”
Sophie menatapnya dengan mata disipitkan. ”Berurusan
80
denganmu selama dua jam terakhir ini sudah cukup mengu-
ras tenaga. Aku tidak ingin menyiksa diri lebih lama,” kata-
nya.
Kali ini Lucas tidak menghentikannya ketika Sophie ber-
balik dan mulai berjalan menyusuri trotoar. Teringat sesuatu,
Lucas berseru memanggilnya, ”Kau lupa memberikan nomor
teleponmu kepadaku.”
Gadis itu berbalik menghadap Lucas, kakinya tetap me-
langkah mundur. ”Aku memang tidak bermaksud memberi-
kannya,” balasnya, lalu berputar kembali memunggungi Lucas.
Lucas tersenyum kecil. ”Lalu apakah kau yang akan me-
neleponku?” desaknya.
Tanpa menoleh ke belakang, gadis itu berseru, ”Jangan me-
maksakan keberuntunganmu.”
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 80 3/30/2015 10:43:14 AM

