Page 80 - In a Blue Moon
P. 80
”Aku tidak mengerti,” gumam Lucas Ford.
”Aku membencimu,” kata Sophie tajam.
Raut wajah Lucas Ford berubah dan otot rahangnya ber-
kedut. ”Aku tahu,” katanya kaku. ”Kau sudah mengatakannya
dengan sangat jelas kemarin.”
”Aku membencimu,” sembur Sophie sekali lagi. Kekesalan-
nya semakin besar dan ia tidak bisa mengendalikan mulutnya.
”Tapi mereka semua menyukaimu. Kenapa mereka menyukai-
mu? Kenapa hanya aku yang membencimu? Apakah aku
salah? Apakah kau sebenarnya tidak seburuk yang kuduga?
Tiba-tiba saja aku merasa buruk karena menjadi satu-satunya
orang yang membencimu. Kemudian aku harus mengingatkan
diriku sendiri bahwa aku tidak salah. Aku punya alasan mem-
bencimu. Aku berhak membencimu. Aku membencimu atas
78
apa yang pernah kaulakukan padaku dan aku membencimu
karena membuatku meragukan diriku sendiri!”
Sophie terengah-engah di akhir semburan kata-katanya.
Napasnya berubah menjadi kepulan uap putih yang dengan
cepat menghilang di udara.
”Aku membencimu atas apa yang pernah kaulakukan padaku
dan aku membencimu karena membuatku meragukan diriku
sendiri!”
Kata-kata tajam gadis itu menghunjam dada Lucas, mem-
buatnya nyaris melangkah mundur. Namun, ia tidak bisa
bereaksi.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 78 3/30/2015 10:43:14 AM

