Page 88 - In a Blue Moon
P. 88
mengerti kenapa orang-orang bisa menyukai lukisan aneh
seperti ini. Ia termasuk orang yang lebih menghargai ke-
indahan karya seni zaman dulu seperti lukisan-lukisan
Rembrant dan Vermeer. Namun, seni kontemporer? Ia tidak
pernah bisa mengerti.
Melihat banyaknya orang yang menghadiri acara pem-
bukaan pameran lukisan ini, sepertinya Simon Art cukup
sukses dan karya-karyanya cukup dikagumi. Namun, jujur
saja, Lucas tidak akan datang ke acara seperti ini kalau bu-
kan gara-gara Miranda.
”Temanmu sangat berbakat,” puji Miranda yang berdiri di
sampingnya sambil ikut menatap lukisan bebercak dan ber-
bintik yang sedang ditatap Lucas. ”Aku yakin ada makna
yang mendalam di balik lukisan ini.”
86
Lucas melirik Miranda dengan alis terangkat. ”Aku tidak
tahu kau penggemar seni kontemporer,” komentarnya.
Miranda tertawa kecil dan menggeleng-geleng. ”Aku pernah
memberitahumu,” katanya ringan, ”tapi seperti kebanyakan
laki-laki, kau tidak pernah memperhatikan.”
”Lucas! Senang sekali kau bisa hadir.”
Lucas dan Miranda serentak menoleh ke arah suara.
Simon Art menghampiri mereka dengan langkah lebar dan
senyum yang sama lebarnya. Wajahnya yang bulat dan riang
terlihat kemerahan, entah karena ruangan yang terlalu hangat
karena banyaknya orang yang hadir atau karena ia sudah mi-
num terlalu banyak.
”Selamat atas pameranmu, Simon. Banyak juga orang yang
mengagumi hasil karyamu,” kata Lucas sambil menjabat ta-
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 86 3/30/2015 10:43:14 AM

