Page 89 - In a Blue Moon
P. 89
ngan Simon. ”Dan kurasa kau masih ingat pada Miranda?
Dia sangat menyukai lukisan di belakang kami ini.”
Simon Art mengalihkan perhatiannya kepada Miranda.
”Ah, Miranda yang cantik. Tentu saja aku masih ingat pada-
mu,” katanya. ”Apa pendapatmu tentang lukisan...”
”Maaf, aku pergi mengambil minuman sebentar,” sela
Lucas sebelum kedua orang itu mulai mengobrol tentang lu-
kisan. ”Silakan lanjutkan obrolan kalian.”
Lucas berjalan ke arah bar kecil yang ditempatkan di salah
satu sisi ruang depan galeri. ”Gin and tonic,” katanya kepada
bartender. Hari ini ia tidak mengemudi, jadi minum sedikit
tidak apa-apa. Sementara ia menunggu bartender menyiapkan
minuman, ia mendengarkan percakapan orang-orang di se-
kelilingnya.
87
”...lukisannya luar biasa, bukan?”
”...seniman baru yang naik daun... pandangan baru...”
”...mengunjungi MoMA minggu lalu. Mengesankan...”
”...anak laki-lakiku baru lulus dari NYU...”
”...pertunjukan baru di Broadway... sangat bagus...”
”...toko kue itu menjual tartlet yang sangat enak...”
”...perkenalkan, ini kekasihku, Sophie Wilson.”
Tangan Lucas yang terulur hendak menerima minumannya
dari bartender berhenti mendadak. Siapa? Ia menoleh cepat
dan mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, mencari-
cari. Beberapa detik kemudian matanya menemukan sosok
yang dicarinya.
Sophie Wilson berdiri di antara sekelompok orang tidak
jauh dari bar. Gaun hitam pendeknya berpotongan sederhana
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 87 3/30/2015 10:43:14 AM

