Page 85 - In a Blue Moon
P. 85
bungkus jubah tidur tebal seperti biasa melangkah masuk ke
dapur dengan langkah tertatih-tatih. Lucas melipat kembali
surat kabar yang sedang dibacanya dan menyodorkannya ke-
pada kakeknya setelah kakeknya duduk di hadapannya di
meja sarapan.
”Jadi,” kata kakeknya sambil menerima secangkir kopi pa-
nas yang dituangkan Lucas untuknya, ”Sophie belum menele-
pon?”
”Belum,” sahut Lucas tenang.
Kakeknya mendecakkan lidah. ”Apa saja yang sudah kau-
lakukan? Ketika aku seumurmu, Nak, aku bisa dengan mu-
dah mendapatkan gadis mana pun yang kuinginkan.”
”Aku yakin begitu,” gumam Lucas dan kembali menyesap
kopinya.
83
”Kupikir setelah kau menemuinya di Hop Scotch...”
”Jump Start,” koreksi Lucas.
” ...hubungan kalian sudah membaik,” lanjut kakeknya, sama
sekali tidak mendengar kata-kata Lucas. ”Apakah aku salah?”
”Tidak, kau tidak salah,” sahut Lucas cepat. ”Kami sudah
mencapai semacam kesepakatan. Jadi kami baik-baik saja.”
”Tapi dia belum meneleponmu,” kata kakeknya. ”Kenapa
kau tidak meneleponnya saja? Aku punya nomor teleponnya.
Kau mau...”
”Tidak, tidak, tidak, Pop,” sela Lucas sambil menggoyang-
goyangkan telunjuknya. ”Aku tidak butuh bantuanmu. Aku
bisa mengurus masalah ini sendiri. Aku tahu apa yang harus
kulakukan.”
Kakeknya mendengus. ”Apa maksudmu kau tahu apa yang
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 83 3/30/2015 10:43:14 AM

