Page 87 - In a Blue Moon
P. 87
”Baiklah, Miranda. Aku akan menjemputmu jam tujuh,”
katanya kepada Miranda.
”Kau mau pergi bersama wanita bernama Miranda itu?”
tanya kakeknya tidak senang ketika Lucas menutup telepon.
”Ya,” sahut Lucas ringan. ”Kami akan menghadiri pameran
lukisan.”
”Bagaimana dengan Sophie?”
”Memangnya ada apa dengan Sophie?”
”Bukankah kau sedang berusaha mendekatinya?” tanya
kakeknya. ”Bagaimana kau bisa mendekatinya kalau kau ma-
lah pergi bersama wanita lain?”
Lucas tersenyum polos. ”Jangan khawatir, Pop. Dia tidak
keberatan aku pergi bersama wanita lain. Sama seperti aku
tidak keberatan dia pergi bersama pria lain. Kami sepakat
85
menjalin hubungan terbuka seperti itu. Lebih menyenangkan.”
Kakeknya melotot menatapnya, lalu berdeham dan kem-
bali memusatkan perhatian pada surat kabarnya. ”Aku akan
berpura-pura tidak mendengar apa yang baru saja kaukata-
kan,” gerutunya.
Senyum Lucas melebar puas. Satu angka untuknya.
Namun, kepuasan Lucas tidak bertahan lama.
Ia berusaha memasang raut wajah tertarik menatap lukisan
tidak jelas bebercak-bercak hitam dan berbintik-bintik ku-
ning yang tergantung di dinding di hadapannya, padahal se-
benarnya ia merasa bosan setengah mati. Sungguh, ia tidak
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 85 3/30/2015 10:43:14 AM

