Page 24 - E-MODUL PBL-RWA SISWA KLS 8-ANINDA
P. 24
Aninda Ayu K., dkk E-Modul Guru PBL-RWA
dengan suatu warna yang khas.
d. Melindungi zat-zat flavor dan vitamin-vitamin yang
peka terhadap cahaya selama penyimpanan. Dalam hal
ini pewarna tersebut berfungsi sebagai penyaring
cahaya/tirai yang menghambat masuknya cahaya.
e. Memperoleh penampakan yang lebih menarik dari
bahan aslinya, misalnya pewarnaan agar-agar.
f. Untuk identifikasi produk, misalnya margarin
berwarna kuning.
g. Sebagai indikator visual untuk kulitas. Sehubungan
dengan ini pewarna juga dapat digunakan sebagai alat
bantu dalam proses pengolahan, penyimpanan dan
pengawasan kualitas.
Jenis-jenis zat aditif Ciri- ciri zat pewarna alami :
pewarna berdasarkan Warna agak suram.
ciri-ciri
Mudah larut dalam air.
Membutuhkan bahan pewarna lebih banyak (kurang
mampu mewarnai dengan baik)
Membutuhkan waktu lama untuk meresap kedalam
produk
Ciri- ciri zat pewarna buatan:
Warna cerah sekali
Tidak mudah larut dalam air
Membutuhkan bahan pewarna lebih sedikit, karena
dalam konsentrasi rendah sudah mampu mewarnai
dengan baik,
Cepat meresap ke dalam produk.
Perbedaan zat pewarna Pewarna Alami Pewarna Buatan
alami dan bahan kimia Lebih aman Kadang-kadang
buatan dikonsumsi memiliki efek
negatif tertentu
Warna yang Dapat
dihasilkan kurang mengembalikan
stabil dan mudah warna asli,
berubah oleh kestabilan warna
pengaruh tertentu lebih tinggi
Diperlukan bahan Praktis dan
sehingga tahan lama
pewarna dalam ekonomis
jumlah banyak.
Keanekaragaman Warna yang
warnanya terbatas dihasilkan lebih
beraneka ragam
4

