Page 39 - E-MODUL PBL-RWA SISWA KLS 8-ANINDA
P. 39
Aninda Ayu K., dkk E-Modul Guru PBL-RWA
2. Pewarna Sintetis
Pewarna Sintetis (Synthetic food colour) adalah Pewarna yang diperoleh secara
sintesis kimiawi. Bahan pewarna buatan dipilih karena memiliki beberapa
keunggulan dibanding pewarna alami, yaitu harganya murah, praktis dalam
penggunaan, warnanya lebih kuat, macam warnanya lebih banyak, dan warnanya
tidak rusak karena pemanasan.
Penggunaan zat pewarna yang diizinkan dan dilarang untuk pangan diatur
dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 tentang bahan
tambahan pangan. Selain itu penggunaan zat pewarna tersebut juga dibatasi
jumlahnya disesuaikan dengan jumlah maksimum bahan tambahan pangan dalam
miligram per kilogram berat badan yang dapat dikonsumsi setiap hari selama hidup
tanpa menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan. Atau yang disebut asupan
harian yang dapat diterima atau Acceptable Daily Intake, yang selanjutnya disingkat
ADI.
Tabel.1.3 Kelas-kelas zat warna sintetis yang diizinkan untuk digunakan
No Nama Warna
Azo
1 Tartrazin Kuning
2 Sunset Yellow FCF Oranye
3 Allura Red AC Merah (Kekuningan)
4 Ponceau 4R Merah
5 Red 2G Merah
6 Azorubine Merah
7 Fast Red E Merah
8 Amaranth Merah (Kebiruan)
9 Brilliant Black BN Ungu
10 Brown FK Kuning Coklat
11 Brown HT Coklat
Triarylmethane
12 Brilliant Blue FCF Biru
13 Patent Blue V Biru
14 Green 5 Biru Kehijauan
15 Fast Green Fcf Hijau
Quinoline
16 Quinoline Yellow Kuning Kehijauan
Xanthone
19

