Page 40 - E-MODUL PBL-RWA SISWA KLS 8-ANINDA
P. 40
Aninda Ayu K., dkk E-Modul Guru PBL-RWA
17 Erythrosine Merah
Indigoid
18 Indigotine Biru Kemerahan
Sumber : Tranggono,dkk (1989)
Sumber : arranirykimia.blogspot.com
Gambar 1.7 Pewarna sintetis (a) Metanyll Yellow dan (b) Rhodamin b
Beberapa pewarna terlarang dan berbahaya yang sering ditemukan pada
pangan, terutama pangan jajanan, adalah Metanil Yellow (kuning metanil) yang
berwarna kuning, dan Rhodamin B yang berwarna merah. Bahan pewarna kuning
dan merah tersebut sering digunakan dalam berbagai macam pangan seperti sirup,
kue-kue, agar, tahu, pisang, tahu goreng, dan lain-lain. Kedua pewarna ini telah
dibuktikan menyebabkan kanker yang gejalanya tidak dapat terlihat langsung
setelah mengkonsumsi. Oleh karena itu dilarang digunakan dalam pangan walaupun
jumlahnya sedikit. Selain kedua zat pewarna yang telah disebutkan masih terdapat
beberapa zat pewarna lain yang dilarang untuk digunakan yang diantaranya :
Tabel 1.4 Zat Pewarna yang Dilarang untuk Digunakan (Tranggono,dkk (1989)
Pewarna Yang Tidak Diijinkan Untuk Digunakan
Auramine Fast Yellow AB Orange G
Orange RN Black 7984 Magenta
Methanyl Yellow Ponceau SX Chrysoine
Chocolate Brown Oil Yellow AB Sudan 1
FB
Alkanet Guinea Green B Orange GGN
Orchil And Orcein Burn Umber Violet 6 B
Oil Orange SS Ponceau 6R Citrus Red No.2
Fast Red E Oil Yellow OB Butter Yellow
Indathrene Blue RS Ponceau 3 R Chrysoidine
Alternatif lain untuk menggantikan penggunaan pewarna sintesis adalah
dengan menggunakan pewarna alami seperti ekstrak daun pandan atau daun suji,
kunyit dan ekstrak buah-buahan yang pada umumnya lebih aman. Penggunaan
20

