Page 113 - 01_Kelas_02_SD_Agama_Islam_dan_Budi_Pekerti_Guru_148.pdf
P. 113

Dia tidak terkejar bentuk dan dzat-Nya oleh kekuatan indera. Indera kita
                         terlalu  lemah  untuk  menjangkau  keagungan  Allah  yang  menggenggam
                         alam  semesta  ini.  Mahasuci  Allah  dari  beranak  dan  diperanakkan. Bagi
                         umat Islam, Allah tidak diserupai dan menyerupai apa pun. Jadi, kalau ada
                         yang menganggap Allah itu menyerupai sesuatu, maka pendapat itu tidak
                         dapat diterima.  Karena sesuatu itu pasti makhluk, dan setiap makhluk pasti
                         ada kelemahannya. Apalagi menyamakan Allah dengan manusia.
                         Mahasuci  Allah  secara  zat  dan  perbuatan-Nya.  Tidak  ada  satu  pun
                         perbuatan Allah yang cacat atau gagal.  Mengatakan cacat atau gagal pada
                         perbuatan  Allah  pun  tidak  layak.  Allah  tidak  mungkin  berbuat  sesuatu
                         yang gagal. Mahasuci Allah dari yang dianggap sempurna oleh makhluk.
                         Manusia  mempunyai  standar  kesempurnaan.  Namun,  sesempurnanya
                         dalam pandangan manusia, pasti tidak menjangkau kesempurnaan Allah
                         yang sesungguhnya. Akal manusia terbatas.

                         Hikmah yang dapat diambil dari sifat al-Quddūs.
                         1.  Pertama, kita dapat menikmati apa pun ketetapan Allah tanpa prasangka
                             buruk. Allah telah berjanji "Aku sesuai prasangka hambaKu". Berburuk
                             sangka kepada Allah akan membawa malapetaka bagi kita. Kita harus
                             tetap  ber-husnu©©an  (baik  sangka),  pasti  ada  hikmah  di  balik  setiap
                             kejadian. Maka, nikmatilah setiap kejadian sebagai sarana evaluasi diri.
                             Yang terpenting, kejadian apa pun yang menimpa harus mengubah kita
                             menjadi lebih baik.
                         2.  Kedua, siap dengan ketidaksempurnaan diri. Apa yang kita banggakan
                             sebagai manusia bila tanpa iman? Kita serba kalah oleh binatang. Masuk
                             ke air, ikan lebih lincah. Meski kita bisa menjadi pelari tercepat, masih
                             kalah cepat dari kuda. Manusia pun masih kalah kuat dengan badak,
                             kalah besar dari badak, kalah besar dari gajah. Hanya kekuatan imanlah
                             yang membuat kita lebih tinggi dari makhluk apa pun. Mari kita lebih
                             tinggi dari makhluk apa pun. Mari kita tutup pintu kesombongan diri
                             dan bukalah lebar-lebar pintu ketawaduan. Sebab, tiadalah orang yang
                             rendah hati, kecuali Allah akan meninggikan derajatnya.
                         3.  Ketiga,  menerima  kenyataan  terkait  dengan  kekurangan  orang  lain.
                             Kita harus siap menghadapi kenyataan bahwa orang terdekat kita tidak
                             sempurna. Secara fisik mungkin mendekati kesempurnaan tapi akhlak
                             tidak ada yang sempurna. Ada yang pemarah, pelit atau egois. Kita
                             harus terlatih menghadapi orang-orang terdekat kita, orangtua, saudara
                             kandung,  maupun  pembantu  di  rumah.  Kesiapan  mental  menerima
                             kekurangan dan keterbatasan orang lain, Insya Allah akan membuat
                             kita  lebih  bisa  bersikap  bijaksana.  Orang  akan  tertekan  jika  dalam
                             hidup selalu ingin sempurna dalam segala hal. Ingin yang terbaik boleh,
                             tapi ingin sempurna tidak ada. Kesempurnaan hanyalah milik Allah.




                                                                                  Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti  101
   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118