Page 118 - 01_Kelas_02_SD_Agama_Islam_dan_Budi_Pekerti_Guru_148.pdf
P. 118

4. Pengembangan Materi

                                         Kasih Sayang Nabi Ya’qūb a.s.
                      Nabi Ya’qūb a.s. adalah putera dari Nabi Ishaq bin Ibrahim. Ia punya saudara
                      kembar bernama Ishu. Sayang sekali, meski saudara kembar keduanya justru
                      kurang rukun. Semua itu  akibat Ishu  merasa iri hati terhadap Ya'qub yang
                      menurutnya  lebih  dimanjakan  oleh  ibunya.  Padahal  Nabi  Ya’qūb  sangat
                      menyayangi  saudara  kembarnya  itu.  Seperti  diketahui,  Nabi  Ya’qūb  juga
                      dikenal penuh kasih sayang  kepada kaumnya. Sebagai Nabi, Ya’qūb selalu
                      menyampaikan  dakwah  agar  umatnya  beriman  kepada  Allah  dan  berbuat
                      kebaikan.


                      Hal  yang  mengganggu  Ya’qūb  di  tengah  keluarganya  akhirnya
                      diselesaikannya  dengan  mendatangi  ayahandanya.  Berkatalah  Ya’qūb:
                      "Wahai  ayahku!  Tolonglah  berikan  pendapat  dan  nasihat  kepadaku,
                      bagaimana  saudaraku  Ishu  tampak  membenciku  karena  ayah  mendoakan
                      agar aku memperolehiketurunan saleh, rezeki yang mudah dan kehidupan
                      yang makmur.

                      Berkata ayah (Ishaq):" Wahai anakku, usiaku sudah lanjut. Aku khawatir bila
                      aku sudah tutup usia, kondisi kalian  berdua tetap seperti ini. Maka jalan yang
                      terbaik, menurut fikiranku, pergilah berhijrah ke Fadan A'raam di daerah
                      Irak, di mana bermukim bapak saudaramu, saudara ibumu Laban bin Batuil”.

                      Dengan  perasaan  kasih  sayang  kepada  Ishu  dan  juga  kepada  kedua
                      orangtuanya,  akhirnya  Ya’qūb  meminta  izin  ayah  dan  ibunya  untuk
                      meninggalkan rumah. Ya’qūb memenuhi nasihat ayahnya dan pergi berhijrah
                      ke rumah Laban. Di sanalah kemudian Ya’qūb bermukim dan mendapatkan
                      kebahagiaan.

                   5. Proses Pembelajaran
                      a. Persiapan
                         1)  Pembelajaran dimulai dengan guru mengucapkan salam dan berdoa
                             bersama
                         2)  Guru memeriksa kehadiran, kerapihan berpakaian, posisi dan tempat
                             duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran
                         3)  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
                         4)  Beberapa  alternatif  media/alat  peraga/alat  bantu  bisa  berupa
                             illustrasi gambar atau tayangan visual (film) yang relevan.
                         5)  Beberapa  alternatif  model/strategi/metode  pembelajaran  yang
                             digunakan di antaranya (1) ceramah interaktif (menceritakan dan
                             menjelaskan  kisah  melalui  gambar  atau  tayangan  visual/film
                             yang bersifat kontekstual kekinian), (2) diskusi dalam bentuk the




               106   Buku Guru Kelas II SD/MI
   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123