Page 109 - 01_Kelas_02_SD_Agama_Islam_dan_Budi_Pekerti_Guru_148.pdf
P. 109
Subhānallāh (Mahasuci Allah) yang memiliki kesempurnaan. Allah Maha
sempurna sehingga memiliki sifat al-Quddūs. Allah tidak mungkin salah,
atau kurang. Karenanya Allah Swt. tidak mungkin dicela karena kekurangan
itu. Kalau Allah tidak Mahasempurna, pasti dunia dan kehidupan ini kacau-
balau tak beraturan. Mahasuci Allah dari segala kekurangan.
Tugas manusia adalah iman kepada Allah yang Mahasuci. Tugas berikutnya
adalah berusaha menyucikan diri dari segala sifat kekurangan
Jika Allah Mahasuci, sebaiknya manusia beriman juga berusaha menyucikan
diri dari segala dosa, kekurangan, sehingga hdup manusia menjadi tidak
tercela. Manusia harus membersihkan hatinya terlebih dulu dari berbagai
niat jahat, lalu membersihkan badannya dari kotoran, lalu membersihkan
pakaiannya dari najis dan kotor.
5. Proses Pembelajaran
a. Persiapan
1) Pembelajaran dimulai dengan guru mengucapkan salam dan berdoa
bersama
2) Guru memeriksa kehadiran, kerapihan berpakaian, posisi dan tempat
duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran
3) Guru menyapa peserta didik dengan ramah
4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
5) Beberapa alternatif media/alat peraga/alat bantu dapat berupa
ilustrasi gambar atau tayangan visual (film) yang relevan.
6) Beberapa alternatif model/strategi/metode pembelajaran yang
digunakan di antaranya (1) ceramah interaktif (menceritakan
dan menjelaskan kisah melalui gambar atau tayangan visual/film
yang bersifat kontekstual kekinian), (2) diskusi dalam bentuk the
educational-diagnosis meeting artinya peserta didik berbincang
mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi
pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar
masing-masing memperoleh pemahaman yang benar, dan dilengkapi
dengan lembar pengamatan dalam pelaksanaan diskusi.
b. Pelaksanaan
1) Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang Allah Swt.
Mahasuci dan bersih dari segala macam kekurangan, celaan dan
kesalahan.
2) Dari hasil menyimak paparan tersebut, peserta didik diberikan
kesempatan untuk bertanya baik secara individu maupun secara
berkelompok.
3) Peserta didik membuat rumusan dengan mengaitkan makna Allah
Swt. Mahasuci dengan persoalan kehidupan nyata sehari-hari
(kontekstual).
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 97

