Page 140 - 01_Kelas_02_SD_Agama_Islam_dan_Budi_Pekerti_Guru_148.pdf
P. 140

4. Pengembangan Materi

                                               Makna as-Salām
                      As-Salām, yang merupakan salah satu nama Allah Subhanahu wa Ta'ala
                      yang  mulia.  Nama  ini  tercantum  dalam  al-Qur’ān  dan  Hadîs.  Allah
                      Subhanahu wa Ta'ala berfirman.










                      Dia lah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang
                      Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara,
                      Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan.
                      Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Q.S. al-Hasyr/59:23)


                      As-Salām Dalam Hadîs
                      'Abdullah (bin Mas’ud) Radhiyallahu 'anhu Berkata : Dahulu, jika kami salat
                      bersama  Rasulullah  saw.,  kami  mengucapkan:  "As-Salām  (keselamatan)
                      bagi Allah dari hamba-hamba-Nya, dan as-Salām atas Fulan dan si Fulan,"
                      maka Nabi saw. bersabda: "Janganlah kalian mengucapkan as-Salām atas
                      Allah, karena sesungguhnya Allah itu as-Salām, akan tetapi ucapkanlah:
                      'at-Tahiyāt (ucapan selamat), as-Salawāt (ibadah) dan at-Tayyibāt (pujian)
                      bagi Allah. Salam (keselamatan) serta rahmat Allah, dan keberkahan-Nya
                      atas anda, wahai Nabi. Dan salam atas kita dan hamba-hamba Allah yang
                      ¡ālih'." (HR Bukhâri).


                      "Dari ¡auban radhiyallahu 'anhu, dia berkata: "Dahulu, apabila Rasulullah
                      saw. telah selesai dari salatnya, beliau beristighfar tiga kali, dan berkata:
                      'Ya Allah, Engkau adalah as-Salām, dan dari-Mu lah keselamatan. Engkau
                      Mahatinggi Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan'." (HR Muslim).


                      As-Salām, secara bahasa bermakna selamat dari aib dan kekurangan.
                      Imam Ibnu Katsîr berkata: “as-Salām, maknanya, yang selamat dari segala
                      aib  dan  kekurangan,  karena  kesempurnaan  dzat,  sifat  dan  perbuatan-
                      perbuatan-Nya (Allah)”.
                      Demikian  pula  penjelasan  Imam  asy-Syaukāni,  Imam  Ibnul  Qayyim
                      rahimahumallah.  Ada  pula  yang  memaknai,  makhluk  yang  selamat  dari
                      kedzhaliman-Nya, dan inilah pendapat kebanyakan para ulama.









               128   Buku Guru Kelas II SD/MI
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145