Page 135 - 01_Kelas_02_SD_Agama_Islam_dan_Budi_Pekerti_Guru_148.pdf
P. 135
Ya’qūb merasa kurang nyaman dengan sifat iri Ishu, lalu meminta nasihat
ayahandanya. Berkatalah Is¥āq:" Wahai anakku, usiaku sudah lanjut. Aku
khawatir bila aku sudah tutup usia, kondisi kalian berdua tetap seperti ini.
Maka jalan yang terbaik, menurut fikiranku, pergilah kau Ya’qūb, berhijrah
ke Fadan A'rām di daerah Irak, di mana bermukim bapak saudara ibumu,
Laban bin Batuil”.
Perdamaian yang digagas oleh Nabi Is¥āq dimulai dari memisahkan kedua
anaknya, karena walau bagaimanapun iri dan persaingan biasa terjadi
antarsaudara. Kisah Nabi Is¥āq dengan meminta Ya’qūb hidup bersama
saudaranya di Iraq adalah suatu langkah mendamaikan.
Nama Nabi Is¥āq ini beberapa kali disebut dalam al-Qur’ān, namun
kisahnya tidak banyak diceritakan. Di antaranya Q.S. Hūd/11:69-74,
seperti berikut:
Ayat 69: "Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (Malaikat-malaikat)
telah datang kepada Ibrahim membawa khabar gembira, mereka
mengucapkan "selamat". Ibrahim menjawab: "Selamatlah" maka tidak
lama kemudian Ibrahim menjamukan daging anak sapi yang dipanggang".
Ayat 70: "Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya,
Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada
mereka. Malaikat itu berkata:"Jangan kamu takut sesungguhnya kami
adalah (Malaikat-malaikat) yang diutuskan untuk kaum Lū¯".
Ayat 71: "Dan isterinya berdiri di sampingnya lalu dia tersenyum. Maka
Kami sampaikan kepadanya berita gembira akan (kelahiran) Is¥āq dan
sesudah Is¥āq (lahir pula) Ya’qub".
Ayat 72: "Isterinya berkata: "sungguh mengherankan apakah aku akan
melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua dan suamiku
pun dalam keadaan yang sudah tua juga? Sesungguhnya ini benar-benar
sesuatu yang aneh".
Ayat 73: "Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran
tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya
dicurahkan atas kamu hai Ahlulbait! sesungguhnya Allah Maha Terpuji
lagi Maha Pemurah".
Ayat 74: "Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira
telah datang kepadanya dia pun bersoal jawab dengan (Malaikat-malaikat)
Kami tentang kaum Lū¯".
Q.S. Maryam/19: 49 sebagai berikut:
"Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa
yang mereka sembah selain Allah Kami anugerahkan kepadanya Is¥āq dan
Ya'qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi".
Q.S. as-£affāt/37: 112-113 sebagai berikut :
Ayat 112; “Dan Kami beri dia khabar gembira dengan (kelahiran) Is¥āq
seorang nabi yang termasuk orang-orang yang ¡ālih". Ayat 113: "Kami
limpahkan keberkatan atasnya dan atas Is¥āq. Dan di antara anak cucunya ada
yang berbuat baik dan ada (pula) yang dzalim terhadap dirinya dengan nyata".
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 123

