Page 112 - SENI BUDAYA KLS 9 - BUKU GURU
P. 112

smpyapiaparung ©®
   smpyapiaparung ©®



                  2. Olah Suara

                     Proses dalam pementasan teater adalah proses komunikasi, yaitu
                 proses transformasi informasi antara komunikator (pengirim pesan)
                 dan komunikan (penerima pesan). Komunikasi yang dilakukan oleh
                 komunikator menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa verbal dan bahasa
                 nonverbal. Bahasa verbal yaitu bahasa yang berupa kata-kata yang dianut
                 oleh seorang dalam suatu budaya tertentu. Misalnya, bahasa Indonesia,
                 bahasa Jawa, bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lain di dunia. Bahasa
                 tubuh yang biasa disebut dengan gesture, yaitu sikap atau pose tubuh
                 seseorang yang mengandung makna dan menimbulkan bahasa tubuh
                 (body language). Bahasa tubuh ini juga dipengaruhi oleh budaya tertentu,
                 karena bahasa tubuh tidak bersifat universal. Misalnya, ‘mengangguk’,
                 di Indonesia diartikan sebagai persetujuan, sedangkan di India diartikan
                 sebagai penolakan.

                     Ucapan yang dilontarkan oleh seorang pemeran mempunyai peranan
                 yang sangat penting dalam pementasan teater. Hal ini disebabkan dalam
                 dialog banyak terdapat nilai-nilai yang sangat bermakna. Jika lontaran
                 dialog tidak sesuai sebagaimana mestinya, maka nilai yang terkandung
                 tidak dapat dikomunikasikan kepada penonton, dan ini merupakan
                 kesalahan yang fatal bagi seorang pemeran.
                     Komunikasi verbal yang dilakukan oleh pemeran memerlukan
                 berbagai persiapan agar kualitas suara yang dihasilkan dapat
                 mendukung komunikasi. Suara adalah hal lain yang penting dalam
                 kegiatan pementasan teater menyangkut segi auditif atau sesuatu yang
                 berhubungan dengan pendengaran. Dalam kenyataannya, suara dan
                 bunyi itu sama, yaitu hasil getaran udara yang datang dan menyentuh
                 selaput gendang telinga. Akan tetapi, dalam konvensi pementasan teater,
                 kedua istilah tersebut dibedakan. Suara merupakan produk manusia
                 untuk membentuk kata-kata, sedangkan bunyi merupakan produk
                 benda-benda.
                     Suara dihasilkan oleh proses mengencang dan mengendornya pita
                 suara, sehingga udara yang lewat berubah menjadi bunyi beserta organ
                 artikulasi manusia di dalam mulut maupun hidung dan dibedakan
                 dengan bunyi-bunyian lain yang bukan dihasilkan organ artikulasi.
                 Dalam kegiatan pementasan teater, suara memegang peranan penting,
                 karena digunakan sebagai bahan komunikasi yang berwujud dialog.
                 Permainan dialog ini merupakan salah satu daya tarik dalam membina
                 konfl ik-konfl ik dramatik.





                                                                           Seni Budaya       101
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117