Page 287 - SENI BUDAYA KLS 9 - BUKU GURU
P. 287

smpyapiaparung ©®
   smpyapiaparung ©®


                  Irama permainan dapat dibagi berdasarkan babak dan adegan atau
                  berlangsung terus menerus tanpa pembagian. Plot dalam naskah
                  lakon akan terwujud dalam susunan peristiwa yang terjadi dalam
                  pementasan. Pembagian plot dalam lakon konvensional biasanya
                  sudah jelas, yaitu bagian awal (berisi perkenalan tokoh, tempat
                  dan memperkenalkan masalah yang akan berlangsung sepanjang
                  pementasan). Bagian tengah (berisi permasalahan yang dilakukan
                  oleh tokoh protagonis dan antagonis, atau biasa disebut dengan
                  bagian yang ruwet dan penuh konfl ik sampai mencapai puncak
                  permasalahan). Bagian akhir (berisi peleraian antara tokoh protagonis
                  dan antagonis, kemudian dilanjutkan penyelesaian masalah).

              3.  Mencari latar cerita atau  setting cerita, di mana cerita tersebut
                  berlangsung. Guna mewujudkan suatu pementasan cerita lakon,
                  dibutuhkan penggambaran yang sanggup mencerminkan di mana
                  lakon atau peristiwa yang sedang dinikmati itu terjadi. Latar cerita
                  atau  setting cerita mencakup tiga dimensi, yaitu dimensi ruang,
                  waktu, dan suasana. Dimensi ruang merupakan penggambaran
                  dari ruang atau tempat kejadian peristiwa dalam lakon tersebut
                  (ruang dalam artian ruang nyata, bisa daerah, negara dan lain-lain).
                  Dimensi waktu merupakan penggambaran dari waktu peristiwa
                  dalam lakon itu terjadi (malam, siang, pagi, tahun yang sudah
                  dilalui, tahun yang akan dilalui dan lain-lain). Dimensi suasana
                  merupakan penggambaran dari suasana dari lakon atau peristiwa itu
                  sedang berlangsung (damai, bahagia, peperangan, penuh keributan,
                  mencekam, ceria dan lain-lain). Dimensi ruang, waktu, dan suasana
                  ini digunakan untuk mencari latar cerita yang ada dalam naskah
                  lakon dan diwujudkan sebagai acuan pembuatan setting atau scenery
                  serta suasana tiap pengadeganan lakon.
              4.  Mencari penokohan yang ada dalam naskah lakon. Tokoh-tokoh
                  dalam cerita tidak hanya berfungsi menjalin alur cerita (dengan
                  jalan menjalin peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian)
                  tetapi dapat juga berfungsi sebagai pembentuk bahkan
                  pencipta alur cerita. Tokoh adalah sumber utama terjadinya
                  plot, kejadian muncul dan berkembang karena sikap, ucapan
                  tokoh, bahkan dari sikap berlawanan antartokoh. Tokoh dalam
                  teater atau tokoh yang akan kita perankan juga berpribadi
                  atau berwatak, maka tokoh itu memiliki karakter yang berguna
                  untuk penciptaan wujud tokoh. Penokohan dalam teater
                  secara umum dibagi menjadi tiga bagian yaitu: pertama, tokoh
                  protagonis adalah tokoh utama dalam lakon yang muncul ingin
                  mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi dalam mencapai




                276 Kelas IX SMP/MTs
                    Buku Guru
   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291   292