Page 23 - E-Modul Sistem Pencernaan Manusia XI
P. 23

E-Modul – Sistem Pencernaan Manusia
                  Untuk Kelas XI SMA Negeri 10 Malang





               b. Sumber-sumber lemak
               Lemak  dapat  berasal  dari  sumber  hewani  maupun  naba  (tumbuh-

               tumbuhan).

                     Lemak  hewan  (gajih),  berasal  dari  berbagai  jenis  hewan

                       (misalnya  sapi,  kambing,  unggas,  kelinci),  telur,  susu,  produk

                       olahan susu (krim, mentegal butter, keju), dan minyak ikan
                     Lemak  nabati,  contohnya  minyak  zaitun,  minyak  kelapa  sawit,

                       minyak  kelapa,  minyak  biji  kapas,  dan  minyak  jagung  Semua

                       minyak  nabati  mengandung  sterol,  bukan  kolesterol  Minyak

                       nabati  mengandung  asam-asam  lemak  esensial  seperti  asam

                       linoleat,  lenolenat,  dan  arakidonat  yang  dapat  mencegah
                       penyempitan  pembuluh  darah  akibat  penumpukan  kolesterol.

                       Penderita  penyakit  jantung  koroner  disarankan  mengonsumsi

                       asam linoleat (misalnya dari minyak jagung).



               c. Fungsi lemak
                     Sebagai  sumber  energi  yang  lebih  efektif  dibandingkan

                       karbohidrat  dan  protein.  Setiap  satu  gram  lemak/minyak

                       menghasilkan energi 9 kkal atau 37 kJ. Energi diperlukan untuk

                       aktivitas dan kestabilan suhu tubuh.

                     Perlindungan. Endapan jaringan lemak disekitar organ tubuh akan
                       mempertahankan organ tersebut dalam posisinya dan melindungi

                       dari benturan.

                     Penyekatan/isolasi. Jaringan subkutan yang terdiri atas lemak,

                       akan mencegah tubuh kehilangan panas.

                     Perasaan kenyang. Adanya lemak di dalam chyme ketika melewati
                       duodenum mengakibatkan penghambatan peristaltik lambung dan

                       sekresi asam, sehingga menunda waktu pengosongan lambung dan

                       mencegah timbulnya rasa lapar.




                                                          22
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28