Page 135 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 135

Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam



               Di Indonesia, manajemen pendidikan Islam atau biasa
            di singkat MPI, merupakan konsentrasi  yang berkembang
            sekitar tahun 1999. Spesifikasi keilmuwan ini (kalau boleh
            disebut) masih dianggap sebagian kalangan ilmuwan belum
            dikenal, belum diketahui, mana bentuknya, mana wujudnya,
            dan  apa  gunanya.  Bahkan,  ada  sebagian  dari  cendekiawan
            yang berpendapat bahwa manajemen pendidikan Islam hanya
            perwujudan yang mengada-ada atau pemaksaan kehendak
            dari kalangan intelektual Muslim di kalangan PTAI. Kata
            “Islam” yang melekat pada disiplin ilmu ini dipandang sebagai
            adopsi dari disiplin ilmu yang telah ada sebelumnya dan telah
            mapan, kemudian diberi label Islam (lihat Muhaimin et. al.,
            2010: 1).

               Ada pandangan lain bahwa ilmu agama Islam tidak jelas
            demarkasinya  dari  ilmu-ilmu  lain.  Lebih  ironis  lagi,  hanya
            sekadar memberikan legalitas dan justifikasi bahwa hal itu
            sudah benar dan sudah ada dalam Islam. Namun demikian,
            jika para pemikir dan ilmuwan Islam mampu menjelaskan se-
            cara kukuh dengan landasan filosofis dan ilmiah, serta mampu
            memberikan perbedaan dengan ilmu yang lain, maka otono-
            misasi keilmuwan tentang manajemen pendidikan Islam tidak
            akan diragukan lagi.

               Ketika manajemen pendidikan Islam, memiliki otonomi-
            sasi keilmuwan yang mandiri, maka akan jelas ruang lingkup,
            fungsi, dan kajiannya. Apakah MPI ini hanya untuk pendidi-
            kan Islam, atau dapat diterapkan di sekolah-sekolah atau lem-
            baga-lembaga umum? Tentu harus diperjelas dan dipertegas
            di mana proposisi manajemen pendidikan Islam itu sendiri.
               Dari segi tujuan manajemen pendidikan, maka orien-
            tasinya adalah bagaimana sebuah lembaga pendidikan dapat
            melaksanakan aktivitas, merencanakan, mengoordinasi, me-



                                                                      133
   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140