Page 232 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 232
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
dan perlengkapan pendidikan telah disediakan, semuanya ti-
dak akan berarti jika guru yang berada di depan murid tidak
dapat dipatuhi dan diteladani sifat dan perbuatannya. Atas
dasar ini, para ahli sepakat menetapkan sifat-sifat tertentu
yang harus dimiliki oleh para guru.
Mohammad Athiyah Al-Abrasy menyebutkan tujuh sifat
yang harus dimiliki guru. Tujuh sifat tersebut diuraikan se-
bagai berikut:
Pertama, seorang guru harus memiliki sifat zuhud. Mak-
sudnya, tidak mengutamakan materi dalam tugasnya, melain-
kan mengharapkan karena keridhaan Allah Swt. semata-mata,
sebagaimana firman-Nya,
ۡ
ۡ
ۡ ۡ
﴾َ نودتهُّ م مهو ارجَ أ مُ كُ ل سي َّ ل نم ْ اوع�َّ تٱ﴿
ِ
َ
ٔ
َُ
َ
َ ُ
ُ َ ً
“Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka
adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Yasin: 21)
Ini tidak berarti bahwa seorang guru harus hidup miskin,
melarat, dan sengsara, ia boleh memiliki kekayaan sebagaima-
na lazimnya orang lain. Ini juga tidak berarti bahwa guru
tidak boleh menerima pemberian atau upah dari muridnya,
melainkan ia boleh saja menerima pemberian tersebut, karena
jasanya dalam mengajar. Akan tetapi, semua ini jangan dini-
atkan dari awal tugasnya. Hendaknya, sejak awal tugasnya, ia
niatkan semata-mata karena Allah Swt. Dengan niat demiki-
an, tugas guru akan dilaksanakan dengan baik, apakah dalam
keadaan ada uang maupun tidak.
Dalam sejarah, ada informasi yang mengatakan bahwa
pada masa Islam zaman klasik, para guru mencari nafkah
hidupnya dengan cara menyalin buku-buku pelajaran dan
menjualnya kepada orang-orang agar memiliki penghasilan.
Beberapa abad lamanya sarjana-sarjana Islam tidak menerima
gaji atas pelajaran yang mereka berikan. Akan tetapi, lama ke-
230

