Page 234 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 234

Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam



               Terkait dengan hal ini, Imam Ghazali mengatakan, seorang
            yang berminat untuk belajar dan mengajar harus terlebih da-
            hulu membersihkan seluruh anggota badannya. Menurutnya,
            menuntut ilmu adalah bagian dari fardhu kifayah yang tidak
            boleh mendahulukan fardu ‘ain yang terdapat dalam ilmu dan
            amal, yaitu membersihkan terlebih dahulu anggota-anggota
            badan dari dosa, lalu membersihkan batin dari hal yang dapat
            membinasakan seseorang, seperti takabur, dengki, riya, dan
            perbuatan tercela lainnya.
               Ketiga, seorang guru harus ikhlas dalam melaksanakan
            tugasnya. Sifat ini nampak sama dengan sifat yang pertama
            sebagaimana telah disebutkan di atas. Namun, dalam uraian-
            nya, Athiyah Al-Abrasy mengatakan, keihlasan dan kejujuran
            seorang guru dalam pekerjaannya merupakan jalan terbaik
            kesuksesan tugasnya dan murid-muridnya. Hal-hal yang ter-
            masuk dalam ikhlas ini adalah guru yang sesuai antara kata
            dengan perbuatannya, melakukan sesuai ucapannya, dan ti-
            dak malu mengatakan tidak tahu jika tidak mengetahuinya.
            Tidak boleh berdusta atau mengarang yang sebenarya tidak
            ada, karena hal itu dapat menyesatkan siswanya.

               Keempat, seorang guru harus bersifat pemaaf terhadap mu-
            ridnya. Ia sanggup menahan diri dari amarah, berlapang hati,
            banyak sabar, dan tidak marah karena hal-hal sepele (Thasy
            Kubra Zadah, Miftâh al-sa’âdah, juz I: 46). Selain itu, seorang
            guru juga harus memiliki kepribadian, harga diri, menjaga ke-
            hormatan, menghindari hal-hal yang hina dan rendah, serta
            menahan diri dari sesuatu yang buruk.
               Kelima, seorang guru harus dapat menempatkan dirinya
            sebagai  seorang  bapak/ibu sebelum  menjadi  seorang  guru.
            Keenam, seorang guru harus mengetahui bakat, tabiat, dan
            watak murid-muridnya. Ketujuh, seorang guru harus mengua-
            sai bidang studi yang akan diajarkannya.


        232
   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239