Page 233 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 233

Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam



            lamaan didirikan sekolah dan ditentukan pula gaji para guru.
            Saat banyak ulama dan sarjana menentang sistem ini dan
            mengkritiknya. Hal ini disebabkan karena mereka zuhud dan
            taqwa kepada Allah Swt., dan khawatir akan timbul perubah-
            an niat dalam mengajar.
               Namun, sejalan dengan tuntutan kehidupan dan pelak-
            sanaan tugas yang menghendaki kekhususan dan keahlian,
            maka pemberian gaji dilaksanakan. Menurut pendapat me-
            reka, menerima gaji tidak bertentangan dengan maksud men-
            cari ke ridhaan Allah Swt. dari zuhud di dunia ini. Hal ini dise-
            babkan karena seorang alim atau seorang sarjana, betapapun
            zuhud dan sederhana hidupnya, tetap membutuhkan uang
            dan harta untuk mencukupi kebutuhan hidupya.
               Nampaknya, soal pemberian gaji masuk dalam permasala-
            han  khilafiah. Masalah utamanya  adalah  mendapatkan  gaji
            sebagai tujuan utama dalam tugasnya mengajar. Tujuan uta-
            manya tetap mencari keridhaan Allah Swt., sedangkan soal
            gaji hanya sebagai pendukung yang diperlukan untuk dapat
            melaksanakan tugas tersebut. Besar kecilnya gaji disesuaikan
            dengan tingkat kebutuhan hidup.
               Kedua, seorang guru memiliki jiwa yang bersih dari sifat
            dan akhlak yang buruk. Athiyah Al-Abrasy mengatakan, se-
            orang guru harus bersih tubuhnya,  jauh dari dosa  dan ke-
            salahan, bersih jiwa, terhindar dari dosa besar, pamer, dengki,
            permusuhan, dan sifat-sifat lainnya yang tercela menurut ag-
            ama Islam.
               Ketentuan ini didasarkan pada hadits Rasulullah Saw., “Ru-
            saknya umatku karena dua orang; orang alim yang durjana dan orang
            saleh  yang  jahil,  orang  yang  paling  baik  adalah  ulama  yang  baik,
            dan orang yang paling jahat adalah orang-orang yang bodoh.” (HR.
            Al-Baihaqi).




                                                                      231
   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238