Page 243 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 243
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
sannya, terlihat kurang sinergi, dan kurang serius dalam me-
ngadakan supervisi. Dampaknya, proses pembelajaran men-
jadi kurang efektif, sedangkan profesionalitas pengawas dan
guru kurang terpenuhi.
Implementasi kemampuan profesional guru mutlak diper-
lukan sejalan diberlakukannya otonomi daerah, khsususnya
otonomi di bidang pendidikan. Kemampuan profesional guru
akan terwujud apabila guru memiliki kesadaran dan komit-
men yang tinggi dalam mengelola interaksi belajar-mengajar
pada tataran mikro, dan memiliki kontribusi terhadap upaya
peningkatan mutu pendidikan pada tataran makro.
Salah satu upaya peningkatan profesional guru adalah me-
lalui pemahaman terhadap berbagai perubahan model dan
strategi pembelajaran yang dikontrol dengan supervisi pem-
belajaran/pengajaran. Pelaksanaan supervisi pengajaran perlu
dilakukan secara sistematis oleh kepala sekolah dan pengawas
sekolah dengan bertujuan memberikan pembinaan kepada
guru-guru agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif
dan efisien. Pelaksanaan pengawasan, baik oleh kepala sekolah
maupun pengawas, perlu menggunakan lembar pengamatan
yang berisi aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pe-
ningkatan kinerja guru dan kinerja sekolah. Untuk melaksa-
nakan supervisi guru, digunakan lembar observasi yang beru-
pa alat penilaian kemampuan guru (APKG), sedangkan untuk
melaksanakan supervisi kinerja sekolah, dilakukan dengan
mencermati bidang akademik, kesiswaan, personalia, keua-
ngan, sarana dan prasarana, serta hubungan masyarakat.
Masalah yang muncul akhir-akhir ini antara lain terjadinya
kesenjangan antara pengawas dan yang diawasi. Arti nya, ke-
mampuan petugas pengawas belum sebanding dengan yang
diawasi, baik dari sisi geografis, jumlah, dan kemampuan
profesionalisme pengawas. Permasalahan ini muncul akibat
241

