Page 247 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 247
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
sedang mengajar. Guru mendesain kegiatan pembela-
jaran dalam bentuk rencana pembelajaran, kemudian
kepala sekolah mengamati proses pembelajaran yang
dilakukan guru.
2. Saat kegiatan supervisi berlangsung, kepala sekolah
menggunakan lembar observasi yang sudah dibakukan,
yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG). APKG
terdiri atas APKG 1 (untuk menilai rencana pembela-
jaran yang dibuat guru) dan APKG 2 (untuk menilai
pelaksanaan proses pembelajaran) yang dilakukan guru.
3. Supervisi yang dilakukan oleh pengawas sekolah kepa-
da kepala sekolah dan guru-guru untuk meningkatkan
kinerja. Kegiatan supervisi ini dilakukan oleh pengawas
sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah. Gugus
Sekolah adalah gabungan dari beberapa sekolah ter-
dekat.
Dalam tataran pembelajaran dan proses perbaikan pembe-
lajaran, yang paling cocok adalah dengan supervisi klinis. Su-
pervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan
pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap
perencanaan, pengamatan, dan analisis yang intesif terhadap
penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memper-
baiki proses pembelajaran (Sudrajat, 2011). Alasan mendasar
pentingnya supervisi klinis, dan mengapa harus dilakukan
adalah karena:
1. Tidak ada balikan dari orang yang kompeten sejauhma-
na praktik profesional telah memenuhi standar kompe-
tensi dan kode etik.
2. Ketinggalan iptek dalam proses pembelajaran.
3. Kehilangan identitas profesi.
4. Kejenuhan profesional (bornout).
245

