Page 39 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 39
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
Atas dasar ini, maka di antara syarat yang terpenting
dari seorang khalifah adalah memiliki ilmu yang dibu-
tuhkan untuk berijtihad.
4. Madrasah. Lembaga pendidikan tingkat dasar dan me-
nengah yang mengajarkan ilmu agama dan lainnya de-
ngan menggunakan sistem klasikal. Dalam sejarah, ma-
drasah ini mulai muncul pada masa Abasiyah, sebagai
kelanjutan dari pendidikan yang dilaksanakan di masjid
dan tempat lainnya.
5. Perpustakaan dan observatorium. Dalam rangka
mengembangkan ilmu pengetahuan, maka didirikan
perpustakaan, observatorium, tempat penelitian, dan
kajian ilmiah lainnya. Tempat-tempat ini juga digu-
nakan sebagai kegiatan belajar yang bertumpu pada
aktivitas siswa (student centris), seperti belajar dengan
cara memecahkan masalah, eksperimen, belajar sambil
bekerja (learning by doing), dan inquiry (penemuan).
6. Ar-ribâth. Tempat untuk melakukan latihan, bimbi-
ngan, dan pengajaran bagi calon sufi. Di dalamnya
terdapat berbagai ketentuan terkait dengan pendidikan
tasawuf, misalnya, komponen guru yang terdiri dari
syeikh (guru besar), mursyid (guru utama), mu’îd (asisten
guru), dan mufîd (fasilitator). Muridnya dibagi sesuai
dengan tingkatannya, mulai dari ibtidâiyyah, tsanawi-
yyah, dan ‘âliyah.
7. Az-zawiyah. Pinggiran masjid yang digunakan untuk
melakukan bimbingan wirid, dan zikir untuk menda-
patkan kepuasan spiritual.
Suasana akademik pada masa bani Abbasyiah, tradisi ilmiah
menjadi kebiasaan dalam pengemba ngan ilmu di ma syarakat
dan kalangan ilmuwan secara merata. Selanjutnya, memben-
37

