Page 41 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 41
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
takan yang dibarengi dengan serangan dari luar, sehingga
menimbulkan kehancuran-kehancuran yang mengakibatkan
berhentinya kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan dan
kebudayaan di dunia Islam (Samsul Nizar (ed.), 2007: 177).
Oleh karenanya, dapat dianalisis bahwa kemunduran
pendidikan Islam lebih dipengaruhi oleh faktor manajemen
kekuasaan, baik secara internal maupun eksternal. Sejak ke-
hancuran total yang dialami oleh Baghdad dan Cordova se-
bagai pusat pendidikan dan kebudayaan Islam, maka hal
ini menandai runtuhnya sendi-sendi pendidikan dan kebu-
dayaan Islam. Musnahnya berbagai lembaga pendidikan dan
buku-buku ilmu pengetahuan dari kedua pusat pendidikan di
Timur dan Barat dunia Islam tersebut, menyebabkan pula ke-
munduran pendidikan di seluruh dunia Islam. Hal ini sangat
tampak dalam bidang intelektual dan material, tetapi tidak
demikian halnya dalam bidang kehidupan batin dan spiritual
(Zuhairini, 2008: 111).
1. Pembaharuan Pendidikan Islam
Pembaharuan pendidikan Islam setelah kehancuran khali-
fah Bani Abbasyiah dimulai dari kerajaan Turki Utsmani. Fak-
tor pendorong utamanya adalah karena kekalahan Turki da-
lam perang dengan Eropa. Kekalahan Turki di Wina memaksa
menandatangani perjanjian Carlowitz pada tahun 1699 yang
berisi penyerahan daerah Hungaria ke Austria, Polandia ke
Polandia, dan Azrov ke Rusia. (Serif Mardina dalam Hanun
Asrohah, 1999: 129). Kekalahan ini menyebabkan ketidak
berdayaan Turki Utsmani sehingga dijuluki The Sick Man of
Europe.
Kekalahan demi kekalahan yang dialami kerajaan Utsmani
menyebabkan Sultan Ahmad III prihatin, ia lalu menyelidiki
sebab-sebab kekalahan mereka dan rahasia keunggulan Barat.
Sultan Ahmad III lalu mengambil tindakan dengan mengi-
39

