Page 37 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 37
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
menjadi interaksi yang luar biasa dalam atmosfer akademik
dan tradisi ilmiah, serta menambah suasana intelektual ma-
kin meningkat dan mendorong kematanagan ilmu seseorang
(Abudin Nata, 2011: 176).
Kurikulum pada masa ini merupakan susunan mata pela-
jaran yang harus diajarkan peserta didik sesuai dengan sifat
dan tingkatannya. Imam Ghazali membagi ilmu menjadi tiga:
sumber, jauh dekatnya dengan Tuhan, dan membagi ilmu dari
hukumnya. Sedangkan Ibnu Khaldun menyusun kurikulum
berdasar keseuaian akal dan kejiwaan anak didik, agar anak
didik menyukai dan bersungguh-sungguh mempelajarinya.
Menurut Ibnu Khaldun, ilmu dibagi menjadi tiga: ilmu lisan
(bahasa, dan sastra), ilmu naqli, dan ilmu aqli (Abudin Nata:
165).
Metode pendidikan dalam pembelajaran dikelompokkan
menjadi tiga; lisan, hafalan, dan tulisan. Metode lisan berupa
dikte, ceramah, dan membaca. Metode menghafal me rupakan
ciri umum pada masa itu, di mana peserta didik berulang-ulang
membaca sehingga ia dapat mengugkapkannya kembali dan
mengkontekstualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Metode tulisan dianggap metode paling penting, ini berguna
bagi proses penguasaan ilmu pengetahuan dan penggandaan
jumlah buku teks karena belum tersedianya mesin cetak (Ha-
nun Asrahah, 1999: 77-79).
Sumber pembiayaan pendidikan berasal dari anggaran be-
lanja pemerintah dan dana wakaf. Pembiayaan digunakan un-
tuk biaya hidup para guru, pelajar, pembangunan gedung, sa-
rana-prasarana, dan peralatan pendidikan lainnya. Pendidikan
pada masa itu gratis, pemerintah membiayai hingga 600.000
dinar. Sarana-prasarana pada masa itu seperti gedung sekolah,
perkantoran, alat-alat tulis, rumah guru, asrama mahasiswa/
35

