Page 40 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 40
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
tuk atmosfer akademik yang mendorong kegiatan ilmiah.
Tradisi ilmiah pada masa itu antara lain: (1) Mudzâkarah (tu-
kar menukar informasi); (2) munâzharah (berdebat); (3) rihlah
ilmiah (perjalanan/pengembaraan dari suatu daerah ke daerah
lain dalam menuntut ilmu dan penelitian, atau melakukan
penelitian suatu masalah); (4) penerjemahan; (5) mengoleksi
buku dan mendirikan perpustkaan; (6) membangun lemba-
ga pendidikan; (7) melakukan penelitian ilmiah; (8) menulis
buku; dan (9) memberikan wakaf.
D. Periode Pembaruan; Gejala Kebangkitan Pendidikan
Islam Saat ini
Setelah periode kehancuran Baghdad, secara otomatis
lembaga pendidikan dan pendidikan Islam juga dianggap
tenggelam. Beberapa kajian sejarah menjelaskan bahwa fak-
tor terbesar kemunduran pendidikan Islam dan kehancuran
Baghdad antara lain karena dominasi tasawuf yang berkem-
bang pesat dan dominasi taqlîd empat madzhab, sehingga
membuat masyarakat dianggap terlena dengan kenikmatan
zuhud. Taqlîd juga dianggap menghegemoni masyarakat, se-
hingga dianggap ilmu agama tidak lagi berkembang, karena
sudah ada madzhab yang jelas dan pintu ijtihad dianggap
telah tertutup.
Ada beberapa hal yang menjadi penyebab melemah nya
kekuatan Islam, yang secara otomatis, memengaruhi kemun-
duran pendidikan Islam, sebagaimana dijelaskan Suriana
(2013). Pertama, filsafat Islam (bercorak sufistik) yang ber-
lebihan masuk ke alam islami di Timur. Di samping itu, juga
berlebihannya filsafat yang bercorak rasionalistis ke dunia Is-
lam di Barat. Kedua, umat Islam terutama pada pemerintah-
nya (khlalifah, sultan, amir-amir) melalaikan ilmu pengeta-
huan dan kebudayaan, dan tidak memberi kesempatan untuk
berkembang. Ketiga, terjadinya pemberontakan-pemberon-
38

