Page 72 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 72
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
Sejak tahun 1999, manajemen dituntut dimasukkan dalam
dunia pendidikan Indonesia, sekarang ini terkenal dengan is-
tilah “Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Manage-
ment)”. Secara konseptual, MBS difahami sebagai salah satu
alternatif pilihan formal untuk mengatur penyelenggaraan
lembaga pendidikan yang terdesentralisasi dengan menempat-
kan sekolah sebagai unit utama peningkatan mutu. Konsep
ini menempatkan redistribusi kewenangan para pembuat ke-
bijakan sebagai elemen mendasar untuk meningkatkan kuali-
tas hasil pendidikan (lihat Malik Fajar dalam Duhou, 2002).
Peningkatan mutu pendidikan melalui MBS diharapkan
agar lembaga pendidikan mampu menggerakkan berbagai
sumber daya yang ada, meliputi ketenagaan, dana, dan sara-
na-prasarana termasuk informasi. Dengan demikian, kemam-
puan seorang manajer adalah memadukan berbagai sumber
daya tersebut yang meliputi: proses perencanaan, pengorga-
nisasian, penggerakan, dan pengendalian sebagai fungsi-fung-
si manajemen.
Dilihat dari definisi secara utuh, maka menajemen pen-
didikan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, me-
mimpin, serta mengendalikan tenaga dan sumber daya pen-
didikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan mengembangkan manusia Indonesia
seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepa-
da Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki
pengetahuan, keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani,
berkepribadian yang mantap, serta bertanggung jawab, ke-
masyarakatan dan kebangsaan (lihat Depdikbud, 1992/1993:
4).
Pengembangan manajemen, selain pendidikan secara
umum, para cendekiawan Muslim juga mengembangkan
manajemen melalui nilai-nilai Islam yang biasa disebut ma-
70

